Senin, 20 April 2015

Job Analysis & Copetency Modeling


Job Analysis (Analisis Jabatan/Pekerjaan) adalah suatu kegiatan pengumpulan data/informasi yang menyangkut tentang sesuatu jabatan/pekerjaan untuk menetapkan uraian jabatan/pekerjaan dan persyaratan  jabatan/pekerjaan.
Kegiatan  job analysis ini menghasilkan: 
  • JOB DESCRIPTION (URAIAN JABATAN)
  • JOB SPECIFICATION (SPESIFIKASI/PERSYARATAN JABATAN

Dalam menyampaikan suatu masalah, sebagai pengelola harus sebaiknya dalam keadaan senang untuk menghasilkan performance yang maksimal dan jalan keluar yang baik.

Job description menjelaskan uraian jabatan yang berbentuk organisasi. Organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama. Dalam  organisasi terdapat tiga unsur penting meliputi People, Technology, System yang ketiganya saling berkaitan untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan dari organisasi dijelaskan melalui Visi, dan untuk mencapai Visi maka dilakukan Misi. Visi adalah  what you want to be dan Misi adalah why you are here.
Masalah dalam organisasi   80 % disebabkan karena kurangnya komunikasi, dan 88% masalah komunikasi merupakan komunikasi non verbal dan 12% merupakan komunikasi  non verbal.





Job Specifiation: uraian yang menggambarkan bagaimana suatu jabatan/pekerjaan itu dilaksanakan, bagaimana wewenang, tanggung jawab, hubungannya dengan jabatan/pekerjaan lain dan risiko jabatan/pekerjaan tsb.
Dalam oraganisasi terdapat satu pemimpin untu mengatur dan memastikan sistem dalam keadaan baik. Kriteria pemimpin yang baik adalah memiliki tujuan, bisa memutuskan dan bisa mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan. Organisasi yang baik ditentukan oleh anggotaanya dalam keadaan bahagia, sehingga akan menghasilkan performance yang baik.
Pemilihan Orang dalam organisasi (suatu bagian dalam perusahaan) mengikuti beberapa langkah, diantaranya:

  • Recuitment
  • Seleksi
  • Introdution/Training
  • Career (structural, specialist)
  • Reward

Senin, 06 April 2015

Pendahuluan Psikologi Industri

Psikologi industri adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di tempat kerja. Ilmu ini berfokus pada pengambilan keputusan kelompok, semangat kerja karyawanmotivasi kerja, produktivitasstres kerja, seleksi pegawai, strategi pemasaran, rancangan alat kerja, dan berbagai masalah lainnya.

Seorang industrial engineer dituntut untuk mengatur bagaimana manusia dan mesin bekerja sesuai dengan efisiensi dan tetap optimal. Di zaman yang serba modern ini pekerjaan manusia dimudahkan oleh mesin, bahkan harmpir 80% industri menggunakan mesin, sehingga efisiensi terhadap manusia dan waktu. Akibatnya pengangguran naik karena adanya pengurangan tenaga kerja. Kebutuhan yang kian banyak menyebabkan penuntutan terhadap upah tenaga kerja. Nilai tukar rupiah yang kian menurun menyebabkan investor asing memberikan upah kecil terhadap tenaga kerja. Namun disisi lain jika upah dinaikkan tanpa ada perkembangan tenaga kerja akan berefek pada pengurangan karyawan. Persaingan diindutri juga kian ketat, konsumen lebih selektif dalam memilih produk. Industri yang kalah saing akan merugi. Industri  juga akan mengatur strategi agar produk yang dihasilkan memenuhi kebutuhan pasar dan dengan modal minim. Dan sebagai seorang industrial engineer dituntut unutk mampu mengambil keputusan dari masalah tersebut sehingga tidak timbul masalah lain yang baru.

Masalah tersebut kian hari semakin rumit, sehingga di zaman ini tenaga kerja yang dibutuhkan harus yang benar-benar terseleksi, tidak heran  jika penganagguran kian meningkat. Bahkan perguruan tinggi juga dibuat sebagai bisnis, bukan untuk menjadikan mahasiswa yang siap terjun di industri dann masyarakat. Selagi menjadi mahasiswa sebaiknya digunakan untuk mempersiapkan diri menjadi mahasiswa yang akan bersaing dengan ribuan lulusan lain.

Dosen: Seta A. Wicaksana, M.Psi