Rabu, 20 Mei 2015

Program designer and people development

Dalam era globalisasi ini, sebagian institusi, perusahaan menentukan kebijakanatas susunan organisasinya. Penyusunan ini merupakan tugas seorang pimpinan. Pemilihan jabatan oleh HR. Proses pertama, dilakukan seleksi, dari seleksi, akan diketahui kecocokan seseorang dalam mengisi jabatan tersebut. Setelah dilakukan seleksi dilakukan pengenalan terhadap tempat bekerja, tugas yg ditanggungkan, dan orang disekitar yang ikut serta sebagai partner bekerja. Sebagian instansi yang baik akan melakukan training atau pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan skill atau kemampuan pekerjanya. Dan yang terakhir dilakukan Evaluasi terhadap hasil yang dicapai.

1.   Seleksi
            Seleksi adalah proses pemilihan dari sekelompok pelamar, orang atau orang-orang yang paling memenuhi criteria seleksi untuk posisi yang tersedia berdasarkan kondisi yang ada pada saat ini yang dilakukan perusahaan. Seleksi merupakan hal yang sangat penting karena berbagai keahlian yang dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuannya melalui proses seleksi. Seleksi merupakan motivasi. Sekiranya orang tepat telah diseleksi, maka proses motivasi dengan sendirinya akan berjalan baik disebabkan orang itu sudah memiliki sikap dan perilaku yang baik, dan menunaikan tugas-tugasnya dengan system yang tertata.

  • Tujuan Proses Seleksi


Tujuan proses seleksi adalah untuk mencocokan orang dengan pekerjaannya secara benar jikalau individu atau karena beberapa sebab tidak sesuai dengan pekerjaan maupun organisasi, dia kemungkinan akan angkat kaki dari perusahaan. Walaupun beberapa putaran karyawan barang kali positif bagi perusahaan.

  • Sasaran seleksi

Sasaran seleksi yang pertama yaitu efisiensi. Seleksi menentuka siapa yang akan bergabung dengan organisasi. Orang-orang yang baru diangkat acapkali menghabiskan bertahun-tahun bersama perusahaan/ organisasi dan apakah mereka menjadi sumber daya organisasi akan tergantung pada kinerja, fleksibelitas seiring perjalanan waktu, inovasi dan calon untuk penugasan kerja lebih lanjut selama masa karir mereka.
Yang kedua yaitu Ekuitas. Aktivitas seleksi merupakan sinyal yang paling jelas dan paling penting tentang komitmen organisasi terhadap keadilan dan kepatuhan hukum.

  • Kriteria Seleksi

Manajer perlu memutuskan criteria seleksi untuk mengevaluasi pelamar-pelamar untuk posisi yang lowong. Criteria seleksi adalah karateristik yang berasal dari deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Criteria seleksi biasanya dapat dirangkum dalam beberapa kategori ; pendidikan, pengalama kerja, kondisi fisik dan karakteristik keperibadian. Pada dasarnya criteria seleksi haruslah mendaftarkan karateristik karyawan yang akan berprestasi cemerlang diposisi yang bakal didudukinya.
Sebelum organisasi memutuskan karateristik yang bakal dicobakan dalam seleksi, organisasi seyogyanya memiliki criteria teknik seleksi yang telah ditentukan. Dalam proses seleksi karyawan perlu mempertimbankan validitas, keandalan, biaya dan kemudahan pelaksanaan hal ini menunjang jalannya proses seleksi dan dapat mendapatkan proses seleksi yang efektif

  • Prinsip Proses Seleksi

Proses pengambilan keputusan pengangkatan yang berjalan dengan baik sangat tergantung pada dua prinsip dasar proses seleksi. Prinsip pertama yaitu perilaku dimasa lalu merupaka predictor terbaik atas perilaku dimasa yang akan datang. Pengetahuan tentang apa yang telah dikerjakan oleh seseorang dimasa silam merupakan idikator terbaik dari apa kemungkinan dilakukanya pada masa yang akan datang. Prinsip kedua adalah organisasi harus menghimpun data yang handal dan sahih sebanyak mungkin, sepanjang masih layak secara ekonomis dan setelah itu memanfaatkannya data tadi untuk menyeleksi pelamar kerja.


  • Proses Seleksi

Banyak tahapan dalam proses seleksi dan urutannya bervariasi tidak hanya pada organisasi, tetapi juga pada tipe dan tingkatan pekerjaan yang akan diisi, biaya pelaksanaanfungsi tertentu disetiap tahap, dan efektivitas setiap tahap dalam menyaring kandidat yang tidak memenuhi syarat. Tahap-tahap dalam proses seleksi yang biasanya dipergunakan terdiri atas:
  • Wawancara saringan pendahuluan
  • Pengisian formulir lamaran
  • Wawancara kerja
  • Tes seleksi
  • Pemerikasaan  referensi dan latar belakang
  • Pemerikasaan fisik
  • Wawancara dengan penyelia
  • Keputusan pengangkatan


2.   Pengembangan Tenaga Kerja

Dalam strategi pembinaan pelatihan dikenal adanya trilogy latihan kerja sebagai berikut:
1)     Latihan kerja harus sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan kesempatan kerja.
2)     Latihan kerja harus senantiasa mutakhir sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3)     Latihan kerja merupakan kegiatan yang bersifat terpadu dalam arti proses kaitan dengan pendidikan, latihan dan pengembangan satu dengan yang lain.

Trilogy latihan kerja di atas merupakan pedoman yang harus dilaksankan tanpa ditawar-tawar lagi. Hal ini perlu didukung oleh aparatur pemerintah yang kuat, dukungan dan peran swasta, dukungan dari penelitian-penelitian untuk memperoleh gambaran yang tepat untuk pelatihan sehingga mengetahui lebih jelas metode, jenis pelatihan, pola perkembangan teknologi dan pembangunan.

Peran Dalam Pengembangan Karir.
Individu, manajer, dan organisasi semuanya memiliki peran dalam pengembangan karir, dan individulah yang harus memikul tanggung jawab untuk karirnya sendiri, menghargai minat keterampilan dan nilai, mencari informasi dan sumber karir, dan secara umum mangambil langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memastikan sebuah karir yang membahagiakan dan memenuhi harapan.

 Dalam organisasi manajer si individu memainkan peran juga. Manajer hendaknya memberikan umpan balik kinerja yang objektif dan tepat waktu, menawarkan penugasan pengembangan dan mendukung serta berpartisipasi dalam pembahasan karir, misalnya. Manajer bertindak sebagai pelatih, penilai, penasehat, dan agen rujukan, misalnya mendengarkan dan menjelaskan rencana karir individual, memberikan umpan balik, menghasilkan pilihan karir, dan menautkan karyawan pada sumber daya organisasi dan pilihan karir.

Senin, 20 April 2015

Job Analysis & Copetency Modeling


Job Analysis (Analisis Jabatan/Pekerjaan) adalah suatu kegiatan pengumpulan data/informasi yang menyangkut tentang sesuatu jabatan/pekerjaan untuk menetapkan uraian jabatan/pekerjaan dan persyaratan  jabatan/pekerjaan.
Kegiatan  job analysis ini menghasilkan: 
  • JOB DESCRIPTION (URAIAN JABATAN)
  • JOB SPECIFICATION (SPESIFIKASI/PERSYARATAN JABATAN

Dalam menyampaikan suatu masalah, sebagai pengelola harus sebaiknya dalam keadaan senang untuk menghasilkan performance yang maksimal dan jalan keluar yang baik.

Job description menjelaskan uraian jabatan yang berbentuk organisasi. Organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama. Dalam  organisasi terdapat tiga unsur penting meliputi People, Technology, System yang ketiganya saling berkaitan untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan dari organisasi dijelaskan melalui Visi, dan untuk mencapai Visi maka dilakukan Misi. Visi adalah  what you want to be dan Misi adalah why you are here.
Masalah dalam organisasi   80 % disebabkan karena kurangnya komunikasi, dan 88% masalah komunikasi merupakan komunikasi non verbal dan 12% merupakan komunikasi  non verbal.





Job Specifiation: uraian yang menggambarkan bagaimana suatu jabatan/pekerjaan itu dilaksanakan, bagaimana wewenang, tanggung jawab, hubungannya dengan jabatan/pekerjaan lain dan risiko jabatan/pekerjaan tsb.
Dalam oraganisasi terdapat satu pemimpin untu mengatur dan memastikan sistem dalam keadaan baik. Kriteria pemimpin yang baik adalah memiliki tujuan, bisa memutuskan dan bisa mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan. Organisasi yang baik ditentukan oleh anggotaanya dalam keadaan bahagia, sehingga akan menghasilkan performance yang baik.
Pemilihan Orang dalam organisasi (suatu bagian dalam perusahaan) mengikuti beberapa langkah, diantaranya:

  • Recuitment
  • Seleksi
  • Introdution/Training
  • Career (structural, specialist)
  • Reward

Senin, 06 April 2015

Pendahuluan Psikologi Industri

Psikologi industri adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di tempat kerja. Ilmu ini berfokus pada pengambilan keputusan kelompok, semangat kerja karyawanmotivasi kerja, produktivitasstres kerja, seleksi pegawai, strategi pemasaran, rancangan alat kerja, dan berbagai masalah lainnya.

Seorang industrial engineer dituntut untuk mengatur bagaimana manusia dan mesin bekerja sesuai dengan efisiensi dan tetap optimal. Di zaman yang serba modern ini pekerjaan manusia dimudahkan oleh mesin, bahkan harmpir 80% industri menggunakan mesin, sehingga efisiensi terhadap manusia dan waktu. Akibatnya pengangguran naik karena adanya pengurangan tenaga kerja. Kebutuhan yang kian banyak menyebabkan penuntutan terhadap upah tenaga kerja. Nilai tukar rupiah yang kian menurun menyebabkan investor asing memberikan upah kecil terhadap tenaga kerja. Namun disisi lain jika upah dinaikkan tanpa ada perkembangan tenaga kerja akan berefek pada pengurangan karyawan. Persaingan diindutri juga kian ketat, konsumen lebih selektif dalam memilih produk. Industri yang kalah saing akan merugi. Industri  juga akan mengatur strategi agar produk yang dihasilkan memenuhi kebutuhan pasar dan dengan modal minim. Dan sebagai seorang industrial engineer dituntut unutk mampu mengambil keputusan dari masalah tersebut sehingga tidak timbul masalah lain yang baru.

Masalah tersebut kian hari semakin rumit, sehingga di zaman ini tenaga kerja yang dibutuhkan harus yang benar-benar terseleksi, tidak heran  jika penganagguran kian meningkat. Bahkan perguruan tinggi juga dibuat sebagai bisnis, bukan untuk menjadikan mahasiswa yang siap terjun di industri dann masyarakat. Selagi menjadi mahasiswa sebaiknya digunakan untuk mempersiapkan diri menjadi mahasiswa yang akan bersaing dengan ribuan lulusan lain.

Dosen: Seta A. Wicaksana, M.Psi